Seorang anak SMA duduk di mobil angkutan umum berdesak-desakan dengan banyak orang. Lalu tiba-tiba ada seorang bapak merokok di angkutan umumtersebut, seketika anak SMA itu berkata “Pak, jangan merokok dong. Di sini kan tempat umum!”. Bapak tersebut berkata “Ini kan HAM saya. Ya suka-suka saya dong!”
Dari cerita di atas kita bisa melihat penggunaan kata HAM atau kita kenal dengan Hak Asasi Manusia. sebenernya apa sih Hak Asasi Manusia itu? Ketika mendengar kata Hak Asasi Manusia, sebagian anak muda berpendapat kalau isu ini hanya dibicarakan di kalangan orang tua saja. Benarkah Hak Asasi Manusia itu terkesan “berat” dan jauh dari kehidupan anak muda? Lalu bagaimana hubungannya dengan anak muda?
Anak muda memiliki keunikan dibandingkan dengan anak kecil maupun orang dewasa. Apa yang membuat anak muda ini berbeda? Kelebihannya, anak muda memiliki semangat yang sangat menggebu dan rasa keingintahuan yang tinggi dalam segala hal. Mulai dari kesenian, olahraga, kepemimpinan, pergaulan, sampai seksualitas. Keingintahuan kita yang sangat tinggi ini yang patut disyukuri selagi kita masih muda, karena kita mampu membedah segala hal yang ingin kita tahu di dunia ini. Wohoo, seru banget ya jadi anak muda!
Namun, terkadang anugrah kita sebagai anak muda ini mengahdapi banyak halang rintang. Mulai dari pendapat kita yang dibatas-batasi oleh orang yang lebih senior daripada kita (contoh: teman, kakak kelas, guru, kepala sekolah, atau guru) sehingga kita tidak dapat menyuarakan pendapat kita sampai lega. Atau pernah mengalami “bentrok pendapat” dengan orang tua tentang pilihan kamu buat masuk jurusan bahasa ketimbang jurusan IPA/IPS di SMA? Padahal, kita sebagai anak muda memiliki hak untuk menyuarakan pendapat serta menentukan pilihan kita sendiri lho.
Fakta yang menarik adalah ternyata hak untuk bersuara serta menentukan pilihan itu adalah bagian dari Hak Asasi Manusia! Lalu, apa pentingnya anak muda memahami Hak Asasi Manusia? Selain dari keingintahuan dan semangat yang tinggi, anak muda juga sedang mengalami proses pencarian jati diri yang sangat kuat. Bisa dikatakan bahwa anak muda masuk ke dalam zona abu-abu karena sudah “basi” buat digolongkan sebagai anak kecil, tapi belum cukup matang untuk masuk ke dalam golongan dewasa.
Emosi yang belum cukup stabil dan didukung dengan kondisi fisik yang kuat membuat anak muda sangat rentan melakukan tindak kekerasan terhadap anak muda lainnya. Di mulai dari kekerasan verbal seperti mengolok-olok, meremehkan, mencibir, meneror bahkan sampai melakukan kekerasan fisik seperti menampar atau memukuli. Hal ini dilakukan anak muda semata-mata untuk menunjukkan kekuasaannya dihadapan anak yang lebih lemah. Tindakan ini ternyata masuk ke dalam pelanggaran Hak Asasi Manusia. Wah, jangan-jangan kita sudah menjadi korban Hak Asasi Manusia atau justru kita membiarkan pelanggarannya? ***
HAM, Yang Muda Kini Bicara
SKU: 02250011
Price: Rp20,000.00
Rp20,000.00
